Postingan

Menampilkan postingan dengan label @bicaramampap

KESEDIHAN BU SRI & PAK BAS, MELIHAT PERUBAHAN PAK JOKOWI !

Gambar
Kesedihan Bu Sri mulyani Dan Pak Bas Melihat Perubahan Pak Presiden I decided a few days ago, There's no room. Room for me in this show I changed my make-up completely this time Now I'm not one... one of the crowd, So good-bye. Good-bye blind eyes I'm gonna find me a cat's eye So Good-bye. Good-bye blind eyes I know what I want to see So good-bye. Good-bye blind eyes I'm gonna find me a cat's eye Good-bye. Good-bye blind eyes I know what I want to be. Now I'm done playing the fool And I've paid all my childhood dues, I find the mountain much steeper to climb, Now I'm not one... one of the crowd? Lagu itu mengalun indah dalam pertemuan antara Menteri Keuangan Sri Mulayani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Seperti pada umumnya suatu tembang itu dinyanyikan karena mewakili hai dan suasana yang kini terjadi.  Lagi galau lagunya sad, lagi bungah pun lagunya yang happy. Kali ini lagu yang didendangkan menteri keuangan yang kerap disapa Ani i...

Panya Kuasa Hukum Bisa Di Atur

Gambar
Punya Kuasa Hukum Bisa Diatur  !  Oleh : Arif Hidayat Masa pemilu sekarang bukan hanya soal memilih pemimpin lagi, tapi permasalahan penerusan kepemimpinan lewat Presiden. Memang aku bukan ahli hukum, bukan berarti bisa dibodohi. Sudah banyak fakta sekaligus pengangkatan jabatan dilakukan pilihan oleh orang tertentu, bukan tidak mungkin aturan bisa dipermainkan sedemikian rupa.  Soal pemilihan hakim MK saja bisa diatur oleh Presiden, DPR, maupun MA. Jokowi sendiri sudah mengganti 3 orang, belum termasuk Anwar Usman. Dari sini saja, sudah bisa membuat Pemimpin Negara bebas dari hukum. Ditambah pengangkatan MA harus disetujui oleh Presiden. Bukan tidak mungkin, pemilihan hakim MK dari MA ada kecenderungan pesanan Jokowi. Semua akan teruji, jika ada persoalan putusan terkait dirinya ataupun menyangkut keluarganya. Terlebih setiap persoalan kode etik putusan MK, dihakimi oleh MKMK. Dan parahnya yang mengangkat hakim MKMK dari MK, alias menghakimi diri-sendiri deng...

Cara Terbaik Mengingatkan Jokowi adalah Menolak Prabowo

Gambar
Cara Terbaik Mengingatkan Jokowi adalah Menolak Prabowo Oleh : Septian Raharjo Saya dan banyak rakyat di Indonesia punya alasan mengapa dulu mencoblos Jokowi. Tujuan utamanya jelas, kami ingin menghadang Prabowo. Pada 2014, kami tak mau negara ini dipimpin pecatan jenderal pelanggar HAM. Masa lalu Prabowo yang sarat insiden kekerasan membuat kami yakin untuk tidak memilihnya.  Pada 2019, situasi tak banyak berubah. Prabowo kembali nyapres dan kami kembali menolaknya dengan semangat kuadrat. Penolakan kami pun semakin kuat. Gerombolan kelompok intoleran merapat ke Prabowo, dan fitnah-fitnah mereka lancarkan guna menyerang Jokowi.  Kami bersyukur dalam dua pencapresan Prabowo gagal total. Demo berjilid-jilid disertai tindak anarkis pasca pilpres 2019 tak membuat nasib sial Prabowo berubah. Gugatan ke MK pun mentah. MK saat itu belum digoyang skandal. Tuhan masih memilih orang baik. Jokowi pun kembali terpilih. Waktu menggelinding, dan Prabowo tak juga jera. Ia kembal...

Catharina

Gambar
Penerbangan melalui hutan  Setelah Catherine menyelesaikan pendidikannya, ia ditugaskan sebagai guru di pedalaman Kepi, di sekolah dasar di bawah asuhan Ordo Suster-suster Hati Kudus.  Koos van der Velden juga ditempatkan di wilayah Kepi.  Kedua anak muda itu sekarang menjadi teman sejati.  Namun persahabatan mereka menimbulkan banyak kecurigaan dan kecurigaan di komunitas Katolik kecil di Nugini selatan.  Mereka mencoba segala cara yang mungkin untuk menggagalkan persahabatan.  Dan ada rumor di dunia.  Bahwa persahabatan antara keduanya melampaui yang layak.  Bahwa hal-hal terjadi yang tidak dapat ditoleransi.  Para suster pasti ingin melindungi Catherine dari diri mereka sendiri, dan mungkin menyelamatkan Koos dari rumor yang memalukan.  Mereka memutuskan bahwa tindakan harus diambil.  Catherine dipindahkan ke wilayah Asmatter di pantai New Guinea, di mana ia menjadi kepala sekolah di sekolah desa setempat di Agats....

DEMI GIBRAN, KENAPA HARUS KONSTITUSI YANG JADI KORBAN ?..

Gambar
𝐃𝐞𝐦𝐢 𝐆𝐢𝐛𝐫𝐚𝐧, 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐭𝐢𝐭𝐮𝐬𝐢 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐊𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧?  Memang benar kata AHY dulu, ketika masih mesra bersama Koalisi Perubahannya. Kala itu si anak Pepo masih gemar menyebut jika “Indonesia sedang tidak baik-baik saja.” Itu dulu lho ya. Kalo sekarang, AHY udah nemplok sama koalisi barunya yang berada dibarisan “melanjutkan kinerja Jokowi.” Menjelang Pemilu di selenggarakan, justru negeri ini tengah dirundung duka yang begitu membuat lara. Separuh kekuatan bangsa Indonesia seketika remuk dan menimbulkan sakit yang tiada pernah terkira. Mungkin publik juga sudah mengetahui sebab musababnya, kenapa akhir-akhir ini suhu pemerintahan di Indonesia meninggi. Bagaikan thermometer yang tercelup air mendidih. Ya, seperti itulah situasi serta kondisi bangsa ini.  Setiap kali akan mengulik babagan ini, pasti akan mengundang sentiment publik yang merasa tak terima jika jagoan atau idolanya tersentil. Namun mau bagaimana lagi, kare...

HAJAT BESAR JOKOWI MENANGKAN PRABOWO-GIBRAN DENGAN GUNAKAN ALAT NEGARA.

Gambar
Hajat   Besar   Jokowi   Menangkan   Prabowo-Gibran   Dengan   Gunakan   Alat   Negara?  Sampai hari ini rakyat dari berbagai kalangan masih menyuarakan penegakan hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berpihak kepada Gibran Rakabuming Raka. Paman Gibran yang juga merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo sekaligus ketua MK, dinilai tidak bijak dalam mengeluarkan putusan batas usia capres-cawapres karena pertimbangan yang subjektif.  Ketidakhadiran ketua MK Anwar Usman dalam pembahasan putusan juga menjadi satu hal, yang dipermasalahkan ketika hasil akhirnya jauh dari perkiraan hakim lainnya. Beberapa hakim yang tidak mengabulkan putusan batas usia itu turut menyuarakan pendapatnya berdasarkan fakta, kerasionalitasan dan hati nurani.  Dua hakim yang keras menentang kejanggalan itu adalah Saldi   Isra dan Arief   Hidayat . Keduanya menyerukan bahwa putusan itu memiliki banyak kejanggalan, dan tidak ber...

Amerika Batalkan Rapat Setelah Taliban Batalkan Ijin Perempuan Untuk Sekolah

Gambar
MENU login   HOME   DUNIA   Amerika Batalkan Rapat Setelah Taliban Cabut Izin Anak Perempuan Bersekolah Reporter:  Tempo.co Editor:  Suci Sekarwati Sabtu, 26 Maret 2022 19:00 WIB TEMPO.CO ,  Jakarta  - Sebuah sumber menyebut Amerika Serikat pada Jumat, 25 Maret 2022, membatalkan pertemuan dengan kelompok radikal  Taliban  di Ibu Kota Doha. Rapat itu ditujukan untuk membahas masalah ekonomi. Keputusan untuk membatalkan rapat tersebut diambil setelah Taliban merevisi keputusan yang akan mengizinkan anak-anak perempuan kembali ke  sekolah . Pembatalan tersebut juga memperlihatkan bahwa tindak-tanduk Taliban terkait HAM dan inklusifitas bisa berdampak pada niat masyarakat internasional untuk membantu kelompok radikal tersebut. Beberapa pejabat Taliban saat ini sudah dikenai sanksi-sanksi dari Amerika Serikat.   “Keputusan mereka sungguh mengecewakan. Pembalikan komitmen yang tidak dapat dijelaskan pada masyarakat A...

Rektor UKIP Sorong: Pemekaran Bukan Solusi Atasi Permasalahan di Papua

Gambar
Rektor UKIP Sorong:   Pemekaran Bukan Solusi   Atasi   Permasalahan di Papua Oleh Maria Baru - 20 Okt 2020, 09:17 WP0 KOTA SORONG,   SUARAPAPUA.com — Sophian Andi, Rektor Universitas Kristen Indonesia Papua (UKIP) Sorong mengatakan, pemekaran propinsi atau pun kabupaten bukanlah satu-satunya solusi penyelesaian masalah yang dihadapi bagi orang asli Papua (OAP). “Perlu perhatikan bahwa pemekaran DOB bukalah satu-satunya solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan di Papua. Memang dasar pemekaran untuk kesejahteraan, tapi kalau DOB nantinya tidak mampu mewujudkan kesejahteraan bagi OAP berarti pemekaran bukan solusi,” jelas Sophian Andi, Rektor UKIP Sorong kepada suarapapua.com, Selasa (20/10/2020). Menurutnya, para elit politik di pusat, propinsi dan kabupaten harus utamakan faktor-faktor yang perlu dibenahi dan dipertimbangkan, seperti penyiapan kelembaggaan, infrastruktur kelembagaan, sumber daya manusia, dan keuangan daerah,” tuturnya. S...

Bens Leo: papua Termasuk yang Diunggulkan di Pesparawi Nasional

Gambar
Bens Leo:      Papua   Termasuk   yang   Diunggulkan   di   Pesparawi   Nasional  Senin, 1 November 2021 | TIMIKA | Benny Hadi Utomo atau yang lebih dikenal dengan Bens Leo  merupakan seorang pengamat pemusik yang juga menjadi salah satu juri untuk Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII pada kategori Vocal Group dan Music Pop Gerejawi untuj kategori Paduan Suara Pria 25 Tahun Keatas yang diselenggarakan di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Senin (1/11/2021). Bens Leo mengatakan kedatangannya ini adalah kali pertamanya ia datang ke Papua, khususnya Mimika. “Saya di sini menjadi juri vocal group dan musik pop. Ini adalah kali pertama saya ke Papua, kalau Papua Barat sudah sering kali. Dulu dari pertengahan Februari sampai awal Maret Pesparawi di Papua Barat dari Merauke sampai ke Sorong,” katanya. Menurutnya, Papua dan Papua Barat keduanya memiliki kekuatan tersendiri karena terb...