Postingan

Menampilkan postingan dengan label pacefanindi_®

Kasus di Padang, Pemerintah akhirnya terbitkan keputusan penggunaan seragam dan atribut di sekolah negeri

Gambar
Kasus di Padang, Pemerintah akhirnya terbitkan keputusan penggunaan seragam dan atribut di sekolah negeri  Ilustrasi siswa Sekolah Dasar di Papua -    – Pemerintah terbitkan enam keputusan bersama penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada Sekolah Negeri. Surat Keputusan Bersama atau SKB itu diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Agama (Kemenag), di Jakarta pada 3 Februari 2021. Keputusan bersama ini berlaku di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah (pemda), pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim mengatakan keputusan ini merupakan wujud konkret komitmen pemerintah menegakkan Bhinneka Tunggal Ika, membangun karakter toleransi di masyarakat dan menindak tegas praktik yang melanggar semangat kebangsaan dalam sektor pendidikan. “Ada tiga hal penting...

"WILLEM OLTMANS & PEMBEBASAN IRIAN BARAT [BAGIAN 1]

Gambar
Willem Oltmans dan Pembebasan Irian Barat (Bagian 1) Secara pribadi Hatta merasa diperdaya oleh Den Haag. Ia diyakinkan atas dasar keputusan KMB bahwa dalam waktu satu tahun – sekitar 1950 – Irian Barat akan diserahkan kepada Indonesia. Kenyataannya tidak demikian. Hatta karena itu merasa diperdaya dan dikhianati Belanda. Benarkah? 21 Agustus 2020 | 12:07 Wartawan Belanda Willem Oltmans ketika bersama Bung Karno/YouTube Koran Sulindo  – Dari tahun 1864 hingga 1889, Alexander Oltmans duduk sebagai Presiden Komite Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang. Selama seperempat abad masa jabatannya di tanah kolonial, ia beranak dan bercucu. Willem Oltmans adalah cicit Alexander Oltmans. Dalam bukunya  In Het Land Der Blindens , Willem Oltmans bercerita bahwa nenek moyang dari pihak ibunya membawa pohon yang kulitnya dipakai untuk membuat obat malaria, kina, dari Bolivia ke Hindia Belanda. Kakeknya, Ir.H.van der Woude, adalah salah satu pendiri pabrik kina di Maarsen ...

"IJIN , PERUSAHAN & HAK WILAYAH MASYARAKAT ADAT"

Gambar
Masyarakat Adat Dalam Bayangan Perampasan Lahan Papua By   Suara Papua -   4 Feb 2021, 8:00 WP Aktifitas Penebangan Kayu di Hutan Papua ( Foto Dukumentasi Jerat Papua) JAYAPURA,  JERAT PAPUA / SUARAPAPUA.com  — Catatan Jaringan Kerja Rakyat Papua (Jerat) beberapa tahun terakhir, masyarakat adat dibayang-bayangi dengan perampasan lahan. Ada keterlibatan Negara melalui kebijakan yang ikut menggerus hak hidup masyarakat adat, hingga mengakibatkan kasus perampasan lahan dan deforestasi di Papua menjadi sesuatu yang lumrah untuk disaksikan setiap hari. Dapat juga dilihat dari pemberi ijin baru untuk beberapa perusahaan perkebunan dan pertambangan serta pengalihan fungsi hutan tanpa melalui mekanisme yang benar karena sama sekali tidak melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik mutlak atas tanahnya. Dari data yang dikeluarkan oleh koalisi peduli lingkungan yang berjudul   “Perampasan Tanah, Kekerasan dan Deforestasi di Papua”   pada Tahun 2017, Negara...

"PAPUA, INDONESIA & REGGAE"

Gambar
Group Band Asal Papua Yang Populerkan Reggae di Indonesia? By   Suara Papua -   26 Jul 2017, 3:23 WP Airmood saat show di Stadion Siliwangi Bandung, 1984. (IST - SP) Oleh: Bernard Agapa)* Reggae Night di Ancol mungkin cikal bakal pertama kali musik reggae dipopulerkan di Indonesia sejak 1988-1999 an sebab setiap tiga bulan sekali Airmood, Abresso dan Delta Lima-lima meramaikan musik irama reggae di Ancol Jakarta. Saat itu memang musik reggae masih asing di telinga orang-orang di Indonesia sehingga pengunjung di Ancol saat reggae night hanya disaksikan oleh warga Papua dan simpatisan musik reggae. Begitulah sekelumit kisah perjalanan musik reggae yang dikomandoi Ian Gebze bersama Kasuari Enterprise di Jakarta. Grup Band Airmood muncul di era 1980 an setelah hijrahnya Black Brothers ke luar negeri. Grup musik ini beranggotakan Ian Ch Gebze pada posisi melody and lead guitar, mendiang Akon Merdy Bonay pada bass, Ian Dicky Mamoribo keyboard, mendiang Coca pada drum serta William R...

BAPAK PETINJU, ANAK PESEPAK BOLA

Gambar
Inilah Olahragawan Papua, Bapak Petinju Anak Pesepak Bola By   Suara Papua -   3 Feb 2021, 11:46 WP Benny Maniani legenda petinju Papua, anaknya Epa Maniani geluti sepak bola BUAH  jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin peribahasa ini pantas disandang para olahragawan ini tetapi berbeda pula cabang olahraganya. Mungkin ada yang mengenal Benny Maniani mantan petinju nasional dan PON Papua di era 1970 an dan 1980 an tetapi anaknya Epa Maniani justru memilih cabang olahraga sepak bola. Bersama Boaz dan kawan kawan Epa Maniani meraih medali emas PON Sumatera Selatan 2004. Begitupula dengan Imanuel Wanggai, ayah kandungnya Tepi Wanggai juga mantan petinju nasional dan Papua. Sekarang Tepi Wanggai diberi tanggung jawab melatih atlet tinju Papua menghadapi PON Papua 2021. Sedangkan Imanuel Wanggai gelandang bertahan setelah juara bersama Persipura meraih bintang empat, hengkan musim 2020. Kata Manu panggilan akrabnya mencari pengalaman baru di luar Papua. Selain itu...

"NEGARA TERAMAN DI DUNIA"

Gambar
Tindak kriminal terberat yang terakhir terjadi adalah tahun 1997. Jenis kejahatannya adalah pembunuhan. Si pelaku akhirnya dihukum 2 tahun penjara. Tapi saking gak adanya kriminalitas, Liechtenstein gak memiliki penjara sendiri lho. Jadi, si pelaku akhirnya dijerumuskan ke penjara di Austria. Dikutip dari BBC, pada tahun 2008 aja, jumlah narapidana asal Liechtenstein hanya berjumlah 8 orang dan mereka pun langsung dijebloskan ke penjara Austria. Saking amannya ini negara, masyarakat di sini jarang lho mengunci pintu rumah mereka. . Sumber : lifepal,co,id . 📚 Follow  @bicaramampap  untuk dapatkan hal-hal baru setiap harinya ! .

KEPITING TAPAL KUDA

Gambar
Warna biru pada darah kepiting ini berasal dari tembaga yang ada di dalam darah. Pada manusia, atom besi di dalam darah memberi warna merah gelap. Namun bukan warnanya yang membuat ilmuwan tertarik. Darah kepiting ini mengandung zat kimia khusus yang menangkap bakteri dengan cara melakukan pembekuan. Darah ini bisa mendeteksi adanya bakteri bahkan ketika jumlahnya sangat sedikit. Bagian yang membeku ini digunakan untuk membuat sarana pengetesan bakteri. Untuk spesies dari Amerika, alat tes ini diberi nama Limulus Amebocyte Lysate (LAL), sedangkan dari spesies asal Asia diberi nama Tachypleus Amebocyte Lysate (TAL).

"TEMPO SEMAKIN LIAR"

Gambar
Meragukan Integritas Tempo Menjelang Masa Kejatuhannya Tempo sudah keluar dari jalur jurnalistik yang sehat. Ketika mengemukakan pernyataan, Tempo tidak memiliki sumber valid. Kalaupun ada narasumber, jawabannya tidak memuaskan.  Yang saya tidak mengerti, kenapa hal ini dibiarkan? Bukankah ada Dewan Pers?  Padahal ini adalah bencana bagi nalar sehat. Media massa yang mestinya menjadi penyambung lidah kebenaran, justru malah mempermainkannya. Kalau perlu bahkan mungkin menjualnya dengan harga murah. Ade Armando, salah satu pakar komunikasi terkemuka Indonesia, seringkali mengkritik cara Tempo menulis berita. Namun agaknya kritik saja tidak cukup. Karena bisa jadi, berita semacam itu adalah pesanan. Mereka sudah tak peduli dengan etika.  Seperti halnya anda memesan iklan, sumber saya mengatakan (ini meniru cara Tempo), media-media itu dibeli untuk memberitakan sesuatu sesuai arahan pemesannya.  Kadang mereka malah melakukan kerja sama tahunan. Jadi sepanjang tahun itu,...

"RASIS LAGI"

Gambar
PESAN AKTIVIS PEREMPUAN PAPUA, 'ESTHER HALUK': “PERLAKUAN RASISME DI INDONESIA TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI - MARI KITA ORANG ASLI PAPUA FOKUS CARI SOLUSINYA” Kita hidup bersama bangsa (NKRI) yang rasis karena pengalaman historis mereka membentuk mereka seperti itu. Dilawan, dihukum, diberi sanksi sosialpun penyakit itu tetap ada.  Drama ujaran rasis seperti (Natalis Pigai Korban Rasisme) itu tidak perlu ditanggapi hanya sebatas anti-rasisme sesuai aturan hukum yang berlaku, karena selama Papua masi ada di dalam bingkai NKRI, bahasa rasis itu tidak akan pernah berhenti.  Bahkan Hukum Indonesia pun akan tetap diberlakukan rasis terhadap Orang Asli Papua. Hal ini dapat kita silami lewat pengalaman kejadian Rasisme 2019, yang dimana Orang Asli Papua yang Korban Rasis malah dikriminalisasi pasal makar dll.  Jangan lupa Fokus (juga) untuk ikuti dan cari solusi perlakuan diskriminasi negara Indonesia yang kian memburuk di Papua, seperti beberapa perkara dibawah ini, y...

BPUPKI 11. JUNI 1945

Gambar
BERBEDA dengan mayoritas anggota  BPUPKI yang menginginkan Indonesia merdeka meliputi seluruh negeri Hindia Belanda, Malaya, Borneo Utara, Timor Portugis, dan Papua, Hatta adalah kekecualian. Menurutnya Indonesia cukup meliputi negeri Hindia Belanda saja. Adapun Papua – yang di sebut-sebut kaya dan punya ikatan sejarah dengan Nusantara – tidaklah masuk dalam keluarga besar Republik Indonesia.. “Saya sendiri ingin mengatakan bahwa Papua sama sekali tidak saya pusingkan, bisa diserahkan kepada bangsa Papua sendiri. Bangsa Papua juga berhak menjadi bangsa merdeka,” kata Hatta pada sidang BPUPKI 11 Juni 1945  yang tercatat dalam Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 29 Mei 1945—19 Agustus 1945. Menurut Hatta memasukan Papua yang secara etnis berbeda dapat menimbulkan prasangka bagi dunia luar. Bertolak dari hukum internasional yang berlaku, tuntutan atas wilayah ini akan m...